SLEMAN – Suasana belajar di pertengahan bulan Mei ini terasa berbeda dan penuh petualangan bagi siswa-siswi SMP Negeri 4 Kalasan. Sejak hari Kamis, 14 Mei 2026 hingga Sabtu, 16 Mei 2026, sekolah sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan yang sangat dinantikan, yakni Perkemahan Bhakti Spenfourka (PERBHAFOUR).
Mengambil lokasi di kawasan asri Taman Wisata Candi Banyunibo, Prambanan, Sleman, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa kelas 7, dengan didampingi oleh beberapa perwakilan siswa kelas 8 yang bertugas sebagai anggota Dewan Penggalang.
Tepat pukul 07.30 WIB pada hari Kamis (14/5), rombongan peserta diberangkatkan bersama-sama dari halaman sekolah. Sesuai dengan slogan yang diusung tahun ini, yaitu "Berkreasi dalam Disiplin, Berkarya Tanpa Batas", seluruh rangkaian kegiatan dirancang khusus untuk tidak hanya melatih kemandirian, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Menyatukan Kedisiplinan dan Kepedulian Lingkungan.
Berbeda dengan perkemahan pada umumnya, Kemah Bhakti Fourka menekankan pentingnya karakter peduli lingkungan. Hal ini langsung dipraktikkan oleh para peserta melalui kegiatan "Bangun Desa" di hari pertama, serta aksi "Bersih Desa" pada hari terakhir perkemahan. Melalui dua kegiatan ini, nilai-nilai kedisiplinan Pramuka diterapkan secara nyata untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar area wisata candi.

Kreativitas yang Mengakar pada Budaya.
Slogan Berkarya Tanpa Batas dibuktikan pada malam harinya. Setelah seharian beraktivitas fisik seperti pioneering dan materi mitigasi satwa, malam pertama diisi dengan pementasan Drama Cerita Rakyat. Di bawah langit malam Banyunibo, kreativitas siswa-siswi kelas 7 benar-benar diuji untuk membawakan kisah-kisah tradisional dengan cara yang segar dan menghibur.

Malam Puncak: Api Unggun dan Pentas Seni.
Momen yang paling ditunggu-tunggu dalam setiap perkemahan tentu saja jatuh pada hari Jumat (15/5) malam. Suasana syahdu dan penuh khidmat menyelimuti lapangan saat Upacara Api Unggun dinyalakan. Nyala api tersebut menjadi simbol semangat anggota Pramuka Fourka yang terus berkobar. Setelah upacara, kehangatan malam dilanjutkan dengan kemeriahan Pentas Seni, di mana setiap regu unjuk bakat terbaik mereka, mempererat rasa kekeluargaan antar siswa.

Rangkaian kegiatan Kemah Bhakti Fourka 2026 akhirnya ditutup melalui Apel Penutupan pada Sabtu (16/5) pagi. Seluruh peserta bersiap untuk kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 09.30 WIB dengan membawa segudang pengalaman baru.
Semoga melalui kegiatan ini, siswa-siswi SMP Negeri 4 Kalasan terus tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, disiplin, berbudaya, dan selalu membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.